SAYANGI GENDANG TELINGA ANDA

Oleh : dr. Afif Zjauhari Sp.THT-KL

Gendang telinga adalah salah alat pendengaran. Suara masuk liang telinga, menggetarkan gendang telinga, tulang pendengaran dan cairan dalam rumah siput. Getaran diubah menjadi impuls listrik melalui saraf diteruskan ke pusat pendengaran di otak, sehingga kita bisa mendengar dan mengerti apa yang kita dengar. Jika salah satu organ rusak seperti gendang telinga maka impuls tidak sampai otak maka dapat kurang pendengaran. Gendang telinga juga berfungsi sebagai perlindungan telinga tengah berupa sekat pelindung dari air, bakteri dan kotoran.

Pada kondisi tertentu membran timpani dapat mengalami robekan. Beberapa hal penyebabnya diantaranya: infeksi telinga tengah, barotrauma (trauma membran timpani akibat perubahan tekanan yang tinggi), trauma gendang telinga (mendorong kotoran telinga ketika membersihkan telinga sendiri,  binatang serangga yang masuk telinga), cedera kepala. Komplikasi dapat terjadi ketika robekan gendang telinga tidak tertangani dengan baik berupa penurunan pendengaran, telinga mudah terinfeksi.

Beberapa hal untuk menghindari robekan gendang telinga yaitu :

  1. Segera obati batuk pilek yang merupakan faktor resiko paling sering pecahnya gendang telinga pada anak-anak oleh karena antara hidung dan telinga terhubung saluran tuba eustakius
  2. Pengobatan segera jika terjadi infeksi telinga tengah yang gejalanya antara lain nyeri telinga, demam, batuk pilek, gangguan pendengaran, bisa disertai keluar cairan dari telinga.
  3. Saat pesawat lepas landas atau mendarat hindari peningkatan tekanan pada telinga tengah dengan cara membuka mulut atau mengunyah permen (gerakan mengunyah).
  4. Bila akan naik pesawat sedang flu atau riwayat alergi yang menimbulkan sumbatan hidung segera diobati dulu atau minta saran dokter THT untuk mempersiapkan kondisi tuba eustakius yang optimal.
  5. Jangan pernah mengeluarkan kotoran telinga sendiri dengan menggunaan kapas, jarum atau benda lainnya yang dapat merusak gendang telinga. Kotoran telinga manusia sebenarnya normal terjadi dan terdapat proses alami bergeraknya kotoran telinga kearah luar dengan kecepatan 1 mm/bulan. Bila kita menggunankan cotton bud sendiri ke dalam telinga maka hanya akan mendorong kotoran kearah dalam sehingga akhirnya mengumpul dan terdorong kearah gendang telinga.
  6. Sebaiknya kontrol kebersihan telinga tiap 6 bulan sekali ke dokter THT.

Semoga bermanfaat

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>